HARIAN KALBAR (SANGGAU) – Seorang warga perbatasan RI-Malaysia asal Desa Lubuk, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat Jumat 14 Juni 2024, dengan kerelaannya menyerahkan sepucuk Senjata Api (Senpi) rakitan jenis Boman kepada Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 12/Beruang Cakti.
“Penyerahan senjata api tersebut dilakukan oleh warga warga berinisial G (29 tahun) setelah mendapat sosialisasi tentang larangan kepemilikan senjata api tanpa ijin serta bahaya penggunaan senjata api dari personel Satgas Yonkav 12/BC,” kata Dan SSK IV Satgas Yonkav 12/BC, Kapten Kav Laode M. Sahrier Masiala.
Kapten Laode menjelaskan kronologis penyerahan senjata api rakitan jenis Bomen tersebut berawal ketika personel Satgas Pos Segumon yang dipimpin Danpos Serka Galoh, mendapati informasi bahwa masih banyak beredar senjata api yang di gunakan untuk berburu dan bahkan salah sasaran.
Mendengar informasi itu Danpos Segumon langsung bergerak memimpin anggota posnya untuk melaksanakan anjangsana ke rumah-rumah warga sekaligus mensosialisasikan kepada warga Dusun Segumon tentang larangan kepemilikan senjata api tanpa ijin baik senjata rakitan maupun standar, serta memberikan pengertian tentang dampak negatif dan bahaya memiliki senjata api secara ilegal.
“Anjangsana dan sosialisasi yang dilakukan oleh personel Satgas berbuah hasil setelah saudara G menginformasikan kepada personel Pos Segumon bahwa yang bersangkutan memiliki dan menyimpan senjata api rakitan jenis Bomen di rumahnya. Senjata api tersebut ia pergunakan untuk berburu,” ungkap Kapten Laode.
Kemudian ujarnya lagi, setelah memberikan pengertian dan pemahan, saudara G kemudian menyerahkan senjata tersebut dengan sukarela dan tanpa paksaan kepada personel Satgas Pos Segumon.
Sementara itu, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Letkol Kav Andy Setio Untoro, SH, M.Han, menyatakan agar jajaran Pos Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 12/BC terus memberikan sosialisasi dan pengertian kepada masyarakat sekitar pos tentang bahaya kepemilikan dan penggunaan senjata rakitan maupun standar yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. (*)